banner Atas 729 x 90

Munif Chatib: Belajar itu perlu kompromi

By tajwid August 24, 2019 70
Kunjungan Pak Munif ke BEC Kunjungan Pak Munif ke BEC

Bagi dunia pendidikan, beberapa orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan bapak Munif Chatib, seorang konsultan pendidikan atau terkenal dengan buku beliau yaitu “Gurunya Manusia” yang mana dari buku itu beliau menerapkan pendidikan ala pendidikan di Finlandia dengan MIR-nya (Multiple Intelligence Research) yang kita terjemahkan bahwasannya tidak ada anak yang bodoh akan tetapi yang ada adalah keistimewaan yang dia punya yang dia bawa dari lahir. Hanya saja bagaimana sang guru mengasah kemampuan dasar alamiyah dari sang anak tersebut.

Pada hari sabtu lalu (4/2/2017), Bapak Munif Chatib beserta keluarganya datang ke BEC Pare untuk bersilaturrahiem dengan Mr. Kalend. Beliau (Munif Chatib) ingin mengetahui sejarah berdirinya BEC, maka terjadilah perbincangan yang hangat diantara tamu yang hadir saat itu.
Diantara perbincangan itu Bapak Munif Chatib bercerita tentang pengalaman belajar beliau ketika menempuh pendidikan S2 di salah satu perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu dosen beliau sudah berumur 70 tahun lebih tapi masih tetap semangat mengajar meskipun beliau dalam kondisi sakit. Sang dosen mengajar dengan metode ceramah, dan dengan sabarnya beliau tetap mengajar meskipun ketika itu murid-muridnya banyak yang tertidur pulas namun tidak untuk bapak Munif saat itu, beliau tetap mendengarkan dengan sabar ceramah sang dosen. Namun beliau yang punya kecerdasan visual, beliau mencatat pelajaran dari dosennya dengan cara menggambar, yang mana gambar tersebut hanya bisa dipahami oleh bapak Munif sendiri. Setelah selesai pembelajaran, salah seorang teman bapak Munif melemparkan buku bapak Munif yang berjudul “Gurunya Manusia” sambil mengatakan, “Metode dalam buku yang kamu tulis itu berlawanan dengan fakta.” Dengan sabar beliau menjelaskan bahwasannya belajar itu perlu kompromi. Beliau mengatakan, “Bagaimana mungkin guru yang sudah berumur harus mengikuti gaya belajar anak muda sekarang seperti bermain game, tapi harusnya kita yang mengambil pelajaran beliau dan kita pelajari atau kita serap dengan gaya belajar kita, itulah yang namanya belajar harus kompromi”.
Tak terasa 2 jam lebih bapak Munif dan Mr. Kalend bercengkrama, kemudian beliau berpamitan untuk melanjutkan perjalanannya. Semoga dapat berjumpa dan bersilaturrahiem kembali dilain waktu, dan semoga pendidikan di negeri ini bisa lebih baik lagi. Aamiin…

 

Kampus BEC

Alamat:

Jl. Anyelir No.8

Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri 

Propinsi Jawa Timur | 64212

Informasi:

0354. 392987 | +62 812 3053 8823

© 2019 Basic English Course All Rights Reserved. By Kang Oviagus