banner Atas 729 x 90

Sebuah Revolusi Hidup (Sejarah Lahirnya BEC#1)

By Oviagus May 20, 2019 359
Bapak Oyen, ayahanda Mr Kalen pendiri BEC Bapak Oyen, ayahanda Mr Kalen pendiri BEC photo: BEC.doc 2019

Jika bukan karena skenario Alloh SWT, hari ini sejarah tidak akan pernah mencatat, jika BEC (Basic English Course) yang kini dikenal banyak orang begitu membumi, ternyata terlahir dari seorang pemuda desa yang bernama lengkap Mohammad Kalend Osen yang kemudian karib disapa Mr Kalend.

Dilahirkan dari keluarga sederhana dan taat beragama, anak dari pasangan Bapak Osen dan Ibu Jariyah tersebut, awal mula tak ubahnya seperti pemuda kebanyakan di desanya. Tempat tinggalnya yang sarat wana dan belukar, menjadikan mayoritas penduduk di desa itu berprofesi sebagai petani ladang dan buruh hutan. Pun demikian dengan Mr Kalend. Pemuda tangguh asal Kutai, Kartanegara, Kalimantan Timur ini, juga melalui sebagian kisah mudanya,dengan bekerja di belantara hutan.

Sosok mungil ini kemudian berkesempatan merasakan suasana kerja berbeda, setelah bergabungnya beliau sebagai karyawan pada perusahaan DBTC (Daya Besar Timber Corporation). Yakni sebuah perusahaan yang dimiliki oleh bos asal Singapura, Shiaw Chien Sam (pimpinan) dan Hock Kian sebagai wakil. Meski hanya berasal dari keluarga sangat sederhana, asa untuk selalu merubah nasib hidup, selalu berkecamuk dalam benak. Hingga dalam perjalanan renungannya, Mr Kalend kemudian memutuskan untuk berhijrah ke Pulau Jawa dengan tujuan menuntut ilmu.

Niatan itu tidak bertepuk sebelah tangan. Bermodal Rp18 ribu ditangan dan berkat sumbangan dari saudara dan teman, bekal pun akhirnya terkumpul menjadi Rp100 ribu. Sumbangan terbesar adalah berasal dari Bapak Abdussyakir sebesar Rp50 ribu. Dan tepat tahun 1972, Mr Kalend kemudian resmi hijrah ke tanah Jawa. 

Di Jawa, Mr Kalend menuntut ilmu di Pondok Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Ditempat ini pula, Mr Kalend menapaki awal revolusi hidup. Untuk angkatan sekelasnya, beliau termasuk paling tua. Usianya kala itu sudah 27 tahun, sementara teman seangkatannya masih berkisar 12-14 tahun. Demikian juga dengan para ustadznya. Usianya mayoritas juga jauh dibawahnya.

Awalnya beliau merasa sulit untuk beradaptasi. Beliau berpikir, begitu sulitnya belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris. Namun dengan bermodal niat yang tulus, semangat itu seakan terasa tak pernah pudar.

“Dalam menuntut ilmu tidak mengenal kata terlambat”.

Demikian pedoman hidup beliau kala itu.

Kampus BEC

Alamat:

Jl. Anyelir No.8

Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri 

Propinsi Jawa Timur | 64212

Informasi:

0354. 392987 | +62 812 3053 8823

© 2019 Basic English Course All Rights Reserved. By Kang Oviagus