banner Atas 729 x 90

Kesempatan Pertama Dapat Kepercayaan Mengajar (Sejarah Lahirnya BEC#3)

Singgahan tempo dulu. Jauh sekali jika disandingkan dengan Singgahan terkini Singgahan tempo dulu. Jauh sekali jika disandingkan dengan Singgahan terkini photo: BEC.doc 2019

Pagi begitu cerah. Saputan biru langit membentang berbalut semilir sejuk alami ‘Bumi Singgahan’, semakin menambah imagi tak tertandingi untuk dinikmati. Itulah sebuah sketsa yang terukir di medio 1976 atau di medio “Singgahan Tempo Doeloe”.

Waktu itu, ada dua orang mahasiswa dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, Abdullah Umar asli Purwoasri, Kediri dan Imam Sya’roni yang berasal dari Ngino, Plemahan, Kabupaten Kediri, ingin bertemu dengan Kyai Yazid. Kedatangan keduanya tak lain hendak bahasa Inggris.

Menurut keterangan, di tahun 1976, bagi setiap mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, apabila hendak mengikuti ujian Negara maka terlebih dahulu diwajibkan lulus ujian bahasa Arab dan bahasa Inggris. Barulah tahapan berikutnya dapat menempuh ujian negara.
Kebetulan saat itu kyai Yazid sedang berada di Majalengka di tempat mertua beliau. Menurut keterangan Ibu Nyai, kyai baru akan pulang satu bulan lagi. Mendengar kabar itu, seketika Kedua mahasiswa tadi terlihat begitu kecewa.

Namun setelah mendapat saran dari ibu nyai, barulah mereka terlihat begitu lega. “Anda tidak perlu kecewa meski kyai sedang tidak di tempat, namun anda bisa belajar dengan orang itu. Dia dari Gontor,” terang Ibu Nyai sembari menunjuk ke arah Mr Kalend yang saat itu sedang melakukan tugas rutin menyapu halaman masjid.
Setelah berkenalan dan berbincang ringan, Mr Kalend akhirnya baru memahami bahwa mereka sebenarnya sudah siap untuk menghadapi ujian bahasa Arab, namun belum siap untuk ujian bahasa Inggris.

“Buku apa yang anda bawa untuk belajar dengan saya,” tanya Mr Kalend.
“Kami tidak membawa buku apapun kecuali buku kosong.”
“Pernah baca buku bahasa Inggris apa di IAIN?” tanya ulang Mr Kalend.
“900,” sambil menjawab mereka menunjukkan segulungan kertas.

Gulungan kertas tersebut ternyata adalah berkas yang berisi sekitar 350-an soal latihan bahasa Inggris. Menurut keterangan mereka, sesuai anjuran dosen pembimbing, jika mereka bisa menyelesaikan 70% saja soal-soal dalam latihan yang dimaksud, maka bisa diprediksikan mereka akan lolos tahapan ujian negara.

Setelah beberapa saat mengamati, Mr Kalend akhirnya bersedia membantu mengajar keduanya. Diluar dugaan, hanya butuh waktu 5 hari 5 malam kedua mahasiswa tadi untuk membahas tuntas soal-soal latihan. Sebuah waktu yang bias dikatakan istimewa untuk mengulas detil soal demi soal yang jumlahnya 350-an.

Kampus BEC

Alamat:

Jl. Anyelir No.8

Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri 

Propinsi Jawa Timur | 64212

Informasi:

0354. 392987 | +62 812 3053 8823

© 2019 Basic English Course All Rights Reserved. By Kang Oviagus